Setelah adanya kabar Valve yang merelakan sistem DPC hingga awal 2021, beberapa tim memutuskan bubar karena kesulitan keuangan. Gembala Dota 2 menjadi salah satu korban, terutama setelah pembubaran Geek Fam.

Pemain bernama lengkap Kenny Deo ini memang sudah terpengaruh di ranah kompetitif Dota 2. Alhasil, Xepher harus menemukan cara untuk melanjutkan pekerjaannya di ranah kompetitif ini.

Mantan pemain RRQ itu juga harus mencari aktivitas usai peristiwa sepi itu Dota 2 di Indonesia dan Asia Tenggara. Xepher sendiri sempat meluncurkan bisnis kafe sembari menunggu kepastian di ajang Dota Pro Circuit (DPC).

Sebuah Langkah Maju Setelah Pembubaran Geek Fam

Keputusan ini membuat beberapa tim memutuskan keluar dari tim Dota 2yaitu Geek Fam dari Malaysia dan Reality Rift dari Singapura. Keputusan ini diambil setelah tim kesulitan keuangan.

Keputusan Gembala tentang Dota 2 dan persaingan adalah sesuatu yang perlu dibicarakan, terutama berkat acara esports lokal yang sepi. Dilansir dari Esports.ID, Xepher memiliki rencana masa depan setelah keluar dari Geek Fam, dan masih berkutat dengan game Dota 2.

“Untuk saat ini rencananya istirahat 1 atau 2 minggu, lalu setelah itu baru grinding MMR ke 10 besar SEA,” kata Xepher.

Bagaimana dengan tim? Apakah Xepher berencana untuk kembali dengan Geek Fam atau menyetujui tawaran dari tim lain. “Untuk masuk tim atau tidak, saya tetap ingin bertanding. Jadi, tentunya mereka akan bergabung dengan tim nanti,” imbuhnya.

Geek Fam sendiri harus bubar, meski dengan performa terbaik tim. Diperkuat oleh Whitemon, Xepher, Karl, Kuku, dan, si pembawa, Raven, yang berangkat ke Fnatic.

gembala dota 2
Sumber: Geek Fam

Menurut Kenny, cara agar dunia kompetitif tetap hidup Dota 2 untuk saat ini adalah mengikuti setiap turnamen dan menjadi juara agar tetap bertahan dengan hadiah turnamen. “Bagaimanapun, di dunia yang kompetitif ini hanya yang kuat yang bertahan. Ya jadi terus meningkat aja, deh, "jelasnya.

Faktor DPC sendiri merupakan keputusan yang dibuat oleh tim Dota 2. Menurut ringkasan Valve, DPC tidak dapat diubah untuk kalender 2020. Dengan berat hati, Valve akan mengadakan turnamen DPC pada 2021, apapun yang terjadi tahun ini.

BACA JUGA: Banjir Keluhan, Valve Memberi Update Tentang DPC Kompetitif Realm!

Keputusan terbaik tetap ada di tim, dan kemenangan serta gelar adalah mutlak. Asia Tenggara sendiri masih memiliki beberapa tim aktif, seperti Neon Esports, T1, BOOM Esports, Fnatic, dan TNC Predator.

Ajang yang baru saja berakhir adalah ESL One Thailand 2020 Online yang dimenangkan oleh TNC usai mengalahkan BOOM Esports dengan skor tipis 3-2. Semoga ranah kompetitif di SEA kembali bangkit dan Xepher juga kembali ke panggung kompetitif ya!

Postingan Setelah Geek Fam bubar, Xepher membeberkan rencananya di ranah Dota 2 muncul pertama kali di RevivaLTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here